Sugig’s Personal Blog

 

Bermula dari keisengan untuk mencari duit, menjadikan Blog ini sebagai alat untuk menghasilkan pasif income yang tak terbatas. Namun telah berubah dari tujuan awal menjadi suatu wadah untuk menumpahkan pikiran dan ide pribadi saya.

 

Category :

Personal

Health

Computer

Technology

Motivation

Insurance

Sugig’s Personal Blog



Scholarship Info Beasiswa   Info Job and Lowongan Kerja   International Scholarships


Friday, November 03, 2006

Pentingnya Memiliki Asuransi Jiwa

Apabila beberapa orang dalam kehidupan Anda bergantung pada penghasilan Anda, asuransi jiwa mempunyai peranan yang sangat penting dan berharga hampir dalam setiap tahap kehidupan Anda. Asuransi jiwa dapat membantu Anda meraih tujuan finansial Anda.

Mengapa Anda harus memiliki asuransi? Alasan utamanya adalah untuk menggantikan pendapatan Anda. Misalnya pada kasus di mana Anda harus meninggalkan orang-orang yang Anda cintai selama-lamanya, maka asuransi jiwa dapat membantu mereka yang ditinggalkan dari segi finansial. Sebaliknya jika Anda tidak memiliki pertanggungan polis asuransi, orang-orang yang Anda cintai mungkin akan menghadapi kesulitan keuangan yang cukup serius.

Polis asuransi jiwa merupakan suatu cara untuk mengumpulkan kekayaan sepanjang masa hidup pemiliknya, dan dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya yang berkaitan dengan kematian, seperti biaya pemakaman, biaya administrasi pengurusan surat warisan, pajak harta, pajak warisan dan hutang-hutang yang belum terlunasi (seperti tagihan kartu kredit ataupun biaya medis yang tidak tercakup oleh asuransi kesehatan).

Pada saat Anda memutuskan untuk membeli asuransi jiwa, ada beberapa hal yang harus menjadi bahan pertimbangan Anda yaitu membeli berapa banyak, produk macam apa, dan memilih perusahaan asuransi yang mana. Selain memahami tentang produk yang ditawarkan, sangatlah penting untuk mengenal kekuatan finansial perusahaan asuransi yang telah Anda pilih. Alasannya adalah polis Anda kemungkinan besar akan dicairkan bertahun-tahun dari sekarang, atau bahkan puluhan tahun, sehingga Anda harus yakin bahwa perusahaan tersebut cukup sehat kondisi keuangan di masa depan.

Banyak ahli keuangan menganggap asuransi jiwa adalah tonggak dari suatu perencanaan keuangan karena asuransi jiwa membantu Anda melakukan pengaturan keuangan dalam keadaan-keadaan sebagai berikut :

1. Menggantikan pendapatan Anda bagi anggota keluarga yang tergantung pada penghasilan Anda.
Para pakar menganjurkan agar Anda membeli asuransi jiwa dengan nilai yang berlipat kali gaji Anda. Berdasarkan pengalaman, perkiraan nilai asuransi jiwa berkisar antara 10-20 kali lipat dari nilai gaji Anda sekarang. Untuk mendapatkan nilai pertanggungan yang tepat, perlu dipertimbangkan pengeluaran orang-orang yang ditinggalkan, penghasilan mereka dan juga aset yang dimilikinya di masa depan.
2. Asuransi jiwa dapat digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang masih tertunggak.
3. Sebagai warisan bagi ahli waris.
Selain aset lain, Anda juga dapat membuat warisan dengan membeli asuransi jiwa dan menunjuk mereka sebagai pemegang hak.
4. Sebagai sumber untuk mengakumulasi kekayaan.
Beberapa jenis asuransi jiwa dapat menciptakan nilai tunai yang apabila tidak dibayarkan pada saat kematian, dapat dipinjam atau dicairkan atas permintaan si pemilik. Karena kebanyakan pemilik polis asuransi jiwa memberikan prioritas yang tinggi pada pembayaran premi polis asuransinya, sehingga pembelian polis yang mempunyai nilai tunai pada pelaksanaannya merupakan suatu tabungan yang “dipaksakan”. Produk asuransi yang umum untuk mengakumulasikan kekayaan adalah unit linked atau fixed savings endowments yang menawarkan keuntungan yang dijamin oleh perusahaan penerbit polis.

Seperti Anda lihat, asuransi jiwa merupakan kunci dalam membuat perencanaan finansial. Karena dapat melindungi Anda dari hal-hal yang tidak diharapkan, menggantikan pendapatan yang hilang, merupakan alat dalam skema pewarisan, dan dapat digunakan untuk mengembangkan kekayaan. Untuk membeli produk asuransi, sebaiknya Anda berhubungan dengan seorang profesional, seperti manajer asuransi yang berlisensi yang dapat mengerti kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, dan kendala-kendala Anda. Sehingga mereka akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda berkaitan dengan asuransi, dan membantu Anda mendapatkan solusi yang paling cocok dalam mencapai tujuan finansial Anda.***

Sumber: Business Week, 12-19 Apr 2006

Reality yang tidak dapat diterima??

Lelaki itu duduk di atas kursi roda di hadapan para peserta National Achiever Congress di Singapura, beberapa tahun lalu. Wajahnya rusak, suaranya sengau. Dari para pembicara terbaik di dunia yang mempresentasikan pikiran dan pengalamannya pada seminar dua hari yang rutin dilakukan setiap tahun itu, wajah dan suaranya memang paling buruk. Tapi, apa yang diucapkannya kemudian membuat para peserta tertegun

“Dulu, Wajah saya seperti di foto ini, ” katanya sambil menunjukkan sebuah foto wajahnya yang masih ganteng yang tampak di layer. Dia kemudian bercerita, “Ketika lulus sekolah, saya bekerja di perusahaan multinasional. Ada seorang agen asuransi mendekati saya. Karena agen ini tangguh dan sangat bersahabat, akhirnya, saya setuju mengasuransikan diri melalui agen ini.

Waktu berlalu dan agen ini tidak pernah menghubungi lagi. Mungkin, penyebabnya, saya lancar membayar premi. Mungkin, agen ini tidak peduli lagi karena tujuannya sudah tercapai, yaitu saya menjadi kliennya. Atau, mungkin, agen ini sudah keluar dan perusahaan asuransi ini tidak punya system yang baik, sehingga saya tidak dipedulikan lagi.

Ketika penghasilan saya bertambah besar, tanggungan saya juga semakin besar, utang apartemen dan mobil. Saya juga menikah dan punya 2 anak. Suatu hari dalam perjalanan peluang dari kantor, saya tertabrak kendaraan. Saya koma selama tujuh hari. Sewaktu saya siuman ternyata, tubuh saya terbakar. Wajah saya hancur dan pinggang ke bawah lumpuh.

Yang lebih menyedihkan lagi ternyata asuransi saya tidak dapat meng-cover biaya yang begitu besar. AKibatnya mobil dan apartemen disita. Tapi, wajah tetap hancur dan saya tetap lumpuh pinggang ke bawah karena tidak ada biaya. Saya tahu tubuh saya menderita, tapi hati saya lebih menderita. Hati saya menjerit dan menangis melihat istri saya terpaksa berjuang jatuh bangun membiayai hidup dan mengobati saya. Hati saya juga menjerit dan menangis ketika melihat anak-anak saya menderita dan tidak berdaya dihina teman-teman mereka

Salah siapa? Jelas, pertama, salah saya sendiri yang tidak memahami betapa pentingnya asuransi. Kedua, salah agen asuransi saya yang tidak pernah menghubungi saya lagi. Atau, bisa jadi perusahaan asuransi ikut andil menciptakan kondisi ini karena tidak peduli dengan saya. Kenapa saya tidak dihubungi lagi? Kenapa saya tidak diberi pelajaran tentang bagaimana menghitung asuransi yang saya perlukan? Kenapa tidak ada yang memberitahu saya bahwa kalau kewajiban meningkat, asuransi saya juga harus meningkat?

Nasi sudah menjadi bubur. Waktu tudak bisa diputar. Sekarang, saya hanya bisa berpesan kepada anda semua. “Jangan pernah, jangan sekali-kali, never ever, ever, never ever, under estimate insurance!! Dan juga para agen asuransi yang hadir di sini, misi anda adalah mulia! Jangan pernah, jangan pernah menyerah untuk membuat orang mengasuransikandirinya sesuai dengan kewajibannya. Dan jangan tinggalkan mereka. Masa depan mereka, masa depan keluarga mereka, masa depan anak-anak mereka ada di tangan anda!”

Usai lelaki itu berbicara, para peserta seminar memberikan standing ovation secara spontan. Dia satu-satunya pembicara yang mendapatkan standing ovation selama bermenit-menit. Padahal, sekali lagi, dia adalah pembicara dengan wajah terburuk. Meski begitu, dia berbicara dengan hati dan bisa menyadarkan orang.

Banyak Orang merasa terganggu ketika ditawari asuransi. Banyak agen asuransi yang malu menawarkan asuransi. Tapi sebaliknya, ada juga agen asuransi yang berorientasi jangka pendek: menawarkan jenis asuransi yang tidak diperlukan atau menawarkan asuransi kepada orang yang tidak membutuhkan asuransi.

Padahal filosofi asuransi yang paling penting, menurut saya, sebenarnya adalah melindungi kemampuan seseorang dalam menghasilkan uang demi memenuhi kebutuhan. Mereka yang masih bujangan dan tidak ada tanggungan, menurut saya, tidak perlu asuransi jiwa. Sebab, kalau meninggal, biaya penguburan tidak terlalu mahal. Kalaupun seseorang tidak mampu menguburkan dirinya sendiri, pasti ada orang lain yang menguburkannya. Tapi, kalau seseorang sudah menikah, punya tanggungan dan kewajiban, dia perlu perlindungan ketika meninggal dunia kelak.

Sudahkah anda mempunyai cukup uang atau asuransi untuk meng-cover semua kewajiban anda?

Article by : Tung Desem Waringin

Posted by : Sugianto Effendy (Financial Advisor)
Prudential Life Assurance
031-70608262 / 0811375992