Reality yang tidak dapat diterima??
Lelaki itu duduk di atas kursi roda di hadapan para peserta National Achiever Congress di Singapura, beberapa tahun lalu. Wajahnya rusak, suaranya sengau. Dari para pembicara terbaik di dunia yang mempresentasikan pikiran dan pengalamannya pada seminar dua hari yang rutin dilakukan setiap tahun itu, wajah dan suaranya memang paling buruk. Tapi, apa yang diucapkannya kemudian membuat para peserta tertegun
“Dulu, Wajah saya seperti di foto ini, ” katanya sambil menunjukkan sebuah foto wajahnya yang masih ganteng yang tampak di layer. Dia kemudian bercerita, “Ketika lulus sekolah, saya bekerja di perusahaan multinasional. Ada seorang agen asuransi mendekati saya. Karena agen ini tangguh dan sangat bersahabat, akhirnya, saya setuju mengasuransikan diri melalui agen ini.
Waktu berlalu dan agen ini tidak pernah menghubungi lagi. Mungkin, penyebabnya, saya lancar membayar premi. Mungkin, agen ini tidak peduli lagi karena tujuannya sudah tercapai, yaitu saya menjadi kliennya. Atau, mungkin, agen ini sudah keluar dan perusahaan asuransi ini tidak punya system yang baik, sehingga saya tidak dipedulikan lagi.
Ketika penghasilan saya bertambah besar, tanggungan saya juga semakin besar, utang apartemen dan mobil. Saya juga menikah dan punya 2 anak. Suatu hari dalam perjalanan peluang dari kantor, saya tertabrak kendaraan. Saya koma selama tujuh hari. Sewaktu saya siuman ternyata, tubuh saya terbakar. Wajah saya hancur dan pinggang ke bawah lumpuh.
Yang lebih menyedihkan lagi ternyata asuransi saya tidak dapat meng-cover biaya yang begitu besar. AKibatnya mobil dan apartemen disita. Tapi, wajah tetap hancur dan saya tetap lumpuh pinggang ke bawah karena tidak ada biaya. Saya tahu tubuh saya menderita, tapi hati saya lebih menderita. Hati saya menjerit dan menangis melihat istri saya terpaksa berjuang jatuh bangun membiayai hidup dan mengobati saya. Hati saya juga menjerit dan menangis ketika melihat anak-anak saya menderita dan tidak berdaya dihina teman-teman mereka
Salah siapa? Jelas, pertama, salah saya sendiri yang tidak memahami betapa pentingnya asuransi. Kedua, salah agen asuransi saya yang tidak pernah menghubungi saya lagi. Atau, bisa jadi perusahaan asuransi ikut andil menciptakan kondisi ini karena tidak peduli dengan saya. Kenapa saya tidak dihubungi lagi? Kenapa saya tidak diberi pelajaran tentang bagaimana menghitung asuransi yang saya perlukan? Kenapa tidak ada yang memberitahu saya bahwa kalau kewajiban meningkat, asuransi saya juga harus meningkat?
Nasi sudah menjadi bubur. Waktu tudak bisa diputar. Sekarang, saya hanya bisa berpesan kepada anda semua. “Jangan pernah, jangan sekali-kali, never ever, ever, never ever, under estimate insurance!! Dan juga para agen asuransi yang hadir di sini, misi anda adalah mulia! Jangan pernah, jangan pernah menyerah untuk membuat orang mengasuransikandirinya sesuai dengan kewajibannya. Dan jangan tinggalkan mereka. Masa depan mereka, masa depan keluarga mereka, masa depan anak-anak mereka ada di tangan anda!”
Usai lelaki itu berbicara, para peserta seminar memberikan standing ovation secara spontan. Dia satu-satunya pembicara yang mendapatkan standing ovation selama bermenit-menit. Padahal, sekali lagi, dia adalah pembicara dengan wajah terburuk. Meski begitu, dia berbicara dengan hati dan bisa menyadarkan orang.
Banyak Orang merasa terganggu ketika ditawari asuransi. Banyak agen asuransi yang malu menawarkan asuransi. Tapi sebaliknya, ada juga agen asuransi yang berorientasi jangka pendek: menawarkan jenis asuransi yang tidak diperlukan atau menawarkan asuransi kepada orang yang tidak membutuhkan asuransi.
Padahal filosofi asuransi yang paling penting, menurut saya, sebenarnya adalah melindungi kemampuan seseorang dalam menghasilkan uang demi memenuhi kebutuhan. Mereka yang masih bujangan dan tidak ada tanggungan, menurut saya, tidak perlu asuransi jiwa. Sebab, kalau meninggal, biaya penguburan tidak terlalu mahal. Kalaupun seseorang tidak mampu menguburkan dirinya sendiri, pasti ada orang lain yang menguburkannya. Tapi, kalau seseorang sudah menikah, punya tanggungan dan kewajiban, dia perlu perlindungan ketika meninggal dunia kelak.
Sudahkah anda mempunyai cukup uang atau asuransi untuk meng-cover semua kewajiban anda?
Article by : Tung Desem Waringin
Posted by : Sugianto Effendy (Financial Advisor)
Prudential Life Assurance
031-70608262 / 0811375992
“Dulu, Wajah saya seperti di foto ini, ” katanya sambil menunjukkan sebuah foto wajahnya yang masih ganteng yang tampak di layer. Dia kemudian bercerita, “Ketika lulus sekolah, saya bekerja di perusahaan multinasional. Ada seorang agen asuransi mendekati saya. Karena agen ini tangguh dan sangat bersahabat, akhirnya, saya setuju mengasuransikan diri melalui agen ini.
Waktu berlalu dan agen ini tidak pernah menghubungi lagi. Mungkin, penyebabnya, saya lancar membayar premi. Mungkin, agen ini tidak peduli lagi karena tujuannya sudah tercapai, yaitu saya menjadi kliennya. Atau, mungkin, agen ini sudah keluar dan perusahaan asuransi ini tidak punya system yang baik, sehingga saya tidak dipedulikan lagi.
Ketika penghasilan saya bertambah besar, tanggungan saya juga semakin besar, utang apartemen dan mobil. Saya juga menikah dan punya 2 anak. Suatu hari dalam perjalanan peluang dari kantor, saya tertabrak kendaraan. Saya koma selama tujuh hari. Sewaktu saya siuman ternyata, tubuh saya terbakar. Wajah saya hancur dan pinggang ke bawah lumpuh.
Yang lebih menyedihkan lagi ternyata asuransi saya tidak dapat meng-cover biaya yang begitu besar. AKibatnya mobil dan apartemen disita. Tapi, wajah tetap hancur dan saya tetap lumpuh pinggang ke bawah karena tidak ada biaya. Saya tahu tubuh saya menderita, tapi hati saya lebih menderita. Hati saya menjerit dan menangis melihat istri saya terpaksa berjuang jatuh bangun membiayai hidup dan mengobati saya. Hati saya juga menjerit dan menangis ketika melihat anak-anak saya menderita dan tidak berdaya dihina teman-teman mereka
Salah siapa? Jelas, pertama, salah saya sendiri yang tidak memahami betapa pentingnya asuransi. Kedua, salah agen asuransi saya yang tidak pernah menghubungi saya lagi. Atau, bisa jadi perusahaan asuransi ikut andil menciptakan kondisi ini karena tidak peduli dengan saya. Kenapa saya tidak dihubungi lagi? Kenapa saya tidak diberi pelajaran tentang bagaimana menghitung asuransi yang saya perlukan? Kenapa tidak ada yang memberitahu saya bahwa kalau kewajiban meningkat, asuransi saya juga harus meningkat?
Nasi sudah menjadi bubur. Waktu tudak bisa diputar. Sekarang, saya hanya bisa berpesan kepada anda semua. “Jangan pernah, jangan sekali-kali, never ever, ever, never ever, under estimate insurance!! Dan juga para agen asuransi yang hadir di sini, misi anda adalah mulia! Jangan pernah, jangan pernah menyerah untuk membuat orang mengasuransikandirinya sesuai dengan kewajibannya. Dan jangan tinggalkan mereka. Masa depan mereka, masa depan keluarga mereka, masa depan anak-anak mereka ada di tangan anda!”
Usai lelaki itu berbicara, para peserta seminar memberikan standing ovation secara spontan. Dia satu-satunya pembicara yang mendapatkan standing ovation selama bermenit-menit. Padahal, sekali lagi, dia adalah pembicara dengan wajah terburuk. Meski begitu, dia berbicara dengan hati dan bisa menyadarkan orang.
Banyak Orang merasa terganggu ketika ditawari asuransi. Banyak agen asuransi yang malu menawarkan asuransi. Tapi sebaliknya, ada juga agen asuransi yang berorientasi jangka pendek: menawarkan jenis asuransi yang tidak diperlukan atau menawarkan asuransi kepada orang yang tidak membutuhkan asuransi.
Padahal filosofi asuransi yang paling penting, menurut saya, sebenarnya adalah melindungi kemampuan seseorang dalam menghasilkan uang demi memenuhi kebutuhan. Mereka yang masih bujangan dan tidak ada tanggungan, menurut saya, tidak perlu asuransi jiwa. Sebab, kalau meninggal, biaya penguburan tidak terlalu mahal. Kalaupun seseorang tidak mampu menguburkan dirinya sendiri, pasti ada orang lain yang menguburkannya. Tapi, kalau seseorang sudah menikah, punya tanggungan dan kewajiban, dia perlu perlindungan ketika meninggal dunia kelak.
Sudahkah anda mempunyai cukup uang atau asuransi untuk meng-cover semua kewajiban anda?
Article by : Tung Desem Waringin
Posted by : Sugianto Effendy (Financial Advisor)
Prudential Life Assurance
031-70608262 / 0811375992





0 Comments:
Post a Comment
<< Home